• Sabtu, 18 April 2026

Dari Kegelisahan Bencana, Mahasiswa UGM Raih Juara Global Sustainability Challenge di China

Photo Author
Agung Suprihanto, Jogja 24 Jam
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 23:25 WIB
Tim Tycoon terdiri atas Najwa Waqiah Saleh, Nikita Dinda Azizah, dan Gustav Susanto dari  FEB UGM. Satwika Nino Wandhana dari Prodi Ilmu Komputer.  Diperkuat dua mahasiswa  The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST): Pranavi Kuntrapakam  dan Anuk Ranaweera. Foto: Humas UGM.
Tim Tycoon terdiri atas Najwa Waqiah Saleh, Nikita Dinda Azizah, dan Gustav Susanto dari FEB UGM. Satwika Nino Wandhana dari Prodi Ilmu Komputer. Diperkuat dua mahasiswa The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST): Pranavi Kuntrapakam dan Anuk Ranaweera. Foto: Humas UGM.

Ia menambahkan, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi juga menjadi perhatian utama tim.

Baca Juga: Bonus Demografi dan Jendela yang Perlahan Menutup

Menurutnya, teknologi seharusnya tidak hanya hadir sebagai alat, tetapi juga sebagai medium edukasi dan penguatan kesiapsiagaan publik.

Rangkaian seleksi kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober, dilanjutkan pengumuman tim yang lolos hingga Desember, serta pengembangan prototipe selama sekitar satu bulan.

Najwa menyebut tantangan utama bukan terletak pada pematangan ide, melainkan pada keterbatasan waktu dan sumber daya, mengingat solusi yang dikembangkan mengintegrasikan aplikasi mobile dengan teknologi drone.

Tantangan lain datang dari dinamika kerja tim lintas negara.

Baca Juga: Malioboro Kian Ramah Langkah, Wisatawan Kian Betah

Seluruh anggota tim berkoordinasi secara daring dari zona waktu berbeda tanpa pernah bertemu secara langsung.

Foto: Humas UGM
Foto: Humas UGM

Kondisi tersebut menuntut komunikasi yang intens serta pembagian peran yang jelas di antara anggota tim.

“Kami berusaha memberi ruang kepada setiap anggota untuk berkarya sesuai dengan keahliannya, agar muncul rasa tanggung jawab dan ownership terhadap ide yang kami bawa,” ujar Najwa.

Keberhasilan Tim Tycoon mendapat apresiasi dari dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, Guru Besar Ilmu Manajemen FEB UGM.

Ia menilai solusi yang dipresentasikan tim memiliki kedalaman analisis serta relevan dengan konteks negara berkembang.

Baca Juga: Tol Fungsional Menuju Jogja: Jalan Pintas Mudik Lebaran 2026

“Kasus yang diangkat menunjukkan persoalan negara berkembang yang sedang menuju negara maju.

Solusi yang ditawarkan juga mengaitkan isu keberlanjutan, termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian bisnisnya sudah komprehensif,” kata Wakhid.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agung Suprihanto

Tags

Terkini

Prabowo, Menjahit Masa Depan dari Seoul

Jumat, 3 April 2026 | 08:27 WIB

Jejak Pastor di Sabuk Asteroid

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:15 WIB

Seruan Damai dari Balkon Vatikan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:17 WIB

Alarm Gempa dari Ruang Kuliah Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:41 WIB

Pimpinan Pecah Kongsi dan Janji yang Kembali Ditagih

Senin, 23 Februari 2026 | 22:56 WIB

Eksodus ke Australia dan Cermin Ekonomi Selandia Baru

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:04 WIB
X